Hidup Lebih Lama, Hidup Lebih Baik

Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rematik? Ini Kata Dokter

CategorIes:

By

ยท

2โ€“3 minutes

Sejak kecil, kita sering mendengar larangan dari orang tua: “Jangan mandi terlalu malam, nanti bisa kena rematik!” Larangan ini sudah mendarah daging, terutama di Indonesia yang memiliki cuaca hangat.

water dripping on white ceramic bathtub
Photo by Yan Krukau on Pexels.com

Lalu, benarkah kebiasaan mandi larut malam atau paparan air dingin bisa memicu penyakit sendi kronis seperti rematik?

Jawabannya tegas dari dunia medis: TIDAK BENAR. Ini adalah MITOS belaka.

Penting untuk dipahami, “rematik” dalam istilah awam sering digunakan untuk menggambarkan pegal linu atau nyeri sendi biasa. Namun, dalam konteks medis, rematik (terutama Rheumatoid Arthritis / RA) adalah penyakit serius yang dipicu oleh faktor yang sama sekali tidak berhubungan dengan jam mandi Anda.

Apa Kata Dokter tentang Penyebab Rematik?

Penyakit rematik, seperti Rheumatoid Arthritis atau Systemic Lupus Erythematosus, adalah penyakit autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menyerang kuman, justru keliru menyerang jaringan dan sel tubuh sendiri (terutama lapisan sendi).

Menurut studi medis dan organisasi kesehatan global seperti Arthritis Foundation, penyebab utama rematik meliputi:

  1. Faktor Genetik (Keturunan): Memiliki gen tertentu membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit autoimun.
  2. Sistem Imun yang Disfungsi: Kegagalan fungsi kekebalan tubuh.
  3. Faktor Lingkungan: Paparan asap rokok dan infeksi tertentu.
  4. Hormonal dan Usia: Lebih sering terjadi pada wanita dan seiring bertambahnya usia.

Intinya: Tidak ada satu pun penelitian ilmiah kredibel yang menyebutkan bahwa suhu air atau waktu mandi menjadi pemicu timbulnya penyakit autoimun seperti rematik.

Kenapa Tubuh Terasa Nyeri atau Pegal Setelah Mandi Malam?

Jika mandi malam tidak menyebabkan rematik, lalu mengapa banyak orang merasa lebih kaku atau nyeri setelah melakukannya? Ini adalah masalah persepsi dan reaksi tubuh normal terhadap perubahan suhu:

1. Vasokonstriksi (Penyempitan Pembuluh Darah)

Saat tubuh terpapar air dingin (terutama di malam hari), pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan menyempit (vasokonstriksi). Reaksi ini bertujuan menjaga suhu inti tubuh tetap hangat. Penyempitan ini dapat menyebabkan sirkulasi darah di area persendian dan otot sedikit melambat, yang pada gilirannya dapat menghasilkan rasa kaku atau pegal sementara.

2. Ketegangan Otot

Ketika kita kedinginan, tubuh bereaksi dengan menggigil atau menegang. Ketegangan otot inilah yang sering disalahartikan sebagai “rematik” keesokan harinya.

3. Waktu Tidur yang Tidak Tepat

Kebanyakan orang yang mandi malam juga cenderung langsung berbaring di kasur. Jika Anda tidur dengan kasur yang salah atau bantal yang terlalu tinggi, pegal linu yang Anda rasakan keesokan harinya adalah akibat posisi tidur yang buruk, bukan air dingin.

Tips Mandi Malam yang Aman dan Sehat

Jika jadwal Anda padat dan terpaksa mandi malam, ikuti tips berikut untuk meminimalkan rasa tidak nyaman:

  • Pilih Air Hangat: Mandi air hangat (bukan panas) membantu merilekskan otot yang tegang dan meningkatkan aliran darah, yang justru baik untuk mengurangi rasa pegal.
  • Segera Keringkan Diri: Jangan biarkan tubuh dalam kondisi basah atau lembap. Segera keringkan dengan handuk.
  • Hindari Langsung Tidur: Beri jeda waktu antara mandi dan tidur. Lakukan kegiatan ringan seperti membaca atau menyiapkan pakaian esok hari.

Kesimpulan: Mandi malam tidak akan membuat Anda terkena rematik. Penyakit rematik adalah kondisi autoimun yang kompleks. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jadwal mandi Anda akan merusak sendi Anda. Namun, jika Anda sering merasa nyeri sendi atau kekakuan, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya yang sebenarnya.


Referensi & Sumber Informasi:

  • Arthritis Foundation (AF): Informasi resmi mengenai penyebab dan faktor risiko Rheumatoid Arthritis.
  • Mayo Clinic: Penjelasan medis tentang Rheumatoid Arthritis dan peran lingkungan versus genetik.
  • Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes): Edukasi publik mengenai penyakit sendi dan mitos kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Ayo Kita Sehat

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca